Perubahan Pola Pikir dalam Sistem Pendidikan sebagai Pemulihan Semangat Generasi Penerus Bangsa di Masa Pandemi

Oleh : Ryndrarto Widyodo Trysnanegara, S.Pd.

Pandemi COVID 19 memang saat ini sudah dapat ditanggulangi dengan lancar dan penuh solusi baik oleh pemerintah maupun usaha mandiri dari masyarakat. Namun sebelumnya pada masa awal pertama masuknya gelombang pertama COVID 19 yaitu pada awal Maret 2020, Indonesia masih belum siap menghadapi fenomena yang luar biasa mengejutkan ini. Khususnya bagi mayarakat Indonesia yang dari dulu dikenal sebagai masyarakat yang “Manja dalam Buaian Ibu Pertiwi”.“Kemanjaan” masyarakat Indonesia ini menjadikan mereka “down” saat menerima pukulan telak secara sporadis dan mendadak dengan adanya kemunculan COVID 19 ini.

Berbeda dengan beberapa masyarakat di luar negeri yang sudah memprediksi fenomena ini. Meskipun masyarakat dunia sebenarnya juga terpengaruh imbasnya walau sedikit.
Fenomena COVID di Indonesia berakibat mempengaruhi berbagai aspek sendi-sendi
kehidupan masyarakat. Baik itu masyarakat kelas atas maupun masyarakat kelas menengah bila dipandang dari segi sosial ekonominya. Apalagi untuk masyarakat ekonomi kelas bawah sangat ironis ketika menerima cobaan ini.

Dari aspek pendidikan, imbasnya sangat dirasakan baik oleh peserta didik, pendidik dan
wali atau orang tua peserta didik. Penulis sendiri sebagai pendidik merasakannya saat menjelang awal maret 2020. Ketika saat itu akan diadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Ketika semua persiapan telah dirancang dengan matang untuk melaksanakan Ujian di sekolah tempat unit kerja penulis. Pada hari H ternyata semua rencana dibatalkan Ujian Nasional dihentikan mendadak peserta didik diliburkan dan sekolah ditutup untuk sementara waktu sampai menunggu ketentuan selanjutnya.

Para generasi penerus bangsa memerlukan bimbingan untuk dapat mencapai cita-citanya.
Namun dengan adanya pandemi memunculkan istilah lost generation atau “Generasi Yang
Hilang” yaitu saat kondisi para remaja atau pemudanya telah kehilangan kepercayaan diri dan kehilangan arah tujuan hidupnya. Sehingga berakibat pada performa-down bagi masa depan mereka nanti. Untuk membangkitkan semangat para generasi penerus bangsa ini maka perlu adanya pemulihan dalam segala bidang. Khususnya di bidang pendidikan, pemulihan semangat para penerus bangsa bisa lewat perubahan pola pikir dan sikap dan tindakan di keseharian mereka.

Hal ini bisa ditanamkan di dunia pendidikan di Indonesia lewat sistem pendidikan di Indonesia. Sebagai tindakan awal maka pemerintah berencana mengukuhkan kurikulum Prototipe yang nantinya dianggap sebagai kurikulum pemulihan sistem pendidikan di Indonesia. Bagaimana petunjuk pelaksanaan dan ruang lingkupnya ? Kita tunggu informasi selanjutnya.

Kita berharap dengan kurikulum pemulihan ini para generasi penerus bangsa dapat lebih
bersemangat membangun karakter diri di masa depan dan tidak beranggapan dirinya failure serta gagal dalam meraih cita-citanya. Karena “tiap orang bisa punya mimpi, tapi tak semua bisa bangkitkan semangat tinggi.”

Leave a Comment